WELCOME TO MY BLOG... HAVE A NICE DAY....

Wednesday, 18 April 2012

Sejarah Perkembangan Komputer


Komputer berasal dari bahasa latin, computare berarti ‘menghitung’ dan dalam Bahasa Inggris, to compute. Komputer tidak hanya berfungsi sebagai alat hitung, penggunaannya juga sudah sangat luas baik di supermarket pada kassa yang dapat mendeteksi harga barang melalui barcode maupun telepon sebagai pendeteksi pulsa telepon dan menghubungkan komputer dengan internet. Sekarang ini komputer mampu memberikan informasi dan sebagai media telekomunikasi dengan menggunakan jaringan internet. Dalam dunia bisnis, komputer mampu mendeteksi barang dengan barcode dan scanner, transfer uang secara elektronik . Di perumahan, dalam dunia otomotif (automobile) digunakan sebagai petunjuk kapasitas bahan dengan sistem stereo dan membantu membuat gambar animasi.

Secara umum komputer didefinisikan sebagai perangkat elektronik yang dapat mengolah data menjadi suatu informasi, dan dapat menjalankan program yang tersimpan dalam memori yang bekerja dengan suatu aturan tertentu. Komputer, merupakan mesin yang dapat bekerja optimal, berhitung, dan berkomunikasi secara elektronik, yang dikendalikan oleh instruksi suatu program. Program ini tersimpan dalam memori komputer yang dapat dipanggil kembali untuk melakukan suatu proses, dimana hasil dari proses ini akan ditampilkan ke monitor ataupun printer.

Beberapa definisi menurut para ahli:
1.      Hamacher  berpendapat bahwa komputer adalah mesin penghitung elektronik yang cepat dan dapat menerima informasi input digital, kemudian memprosesnya sesuai dengan program yang tersimpan di memorinya, dan menghasilkan output berupa informasi.
2.      Jhon J. Longkutoy berpendapat bahwa komputer adalah alat pengolah data atau pemecah persoalan yang mampu menghasilkan informasi yang diperlukan, tetapi penanganannya harus ditangani oleh ahli nya.
3.      Fuori berpendapat bahwa komputer adalah suatu pemroses data yang dapat melakukan perhitungan besar secara cepat, termasuk perhitungan besar secara cepat, termasuk perhitungan aritmatika dan operasi logika, tanpa campur tangan dari manusia.
4.      Blissmer, komputer adalah suatu alat elektronik yang mampu melakukan beberapa tugas sebagai berikut:
a.       Menerima input,
b.      Memproses input tadi sesuai dengan programnya,
c.       Menyimpan perintah-perintah dan hasil dari pengolahan,
d.      Menyediakan output dalam bentuk informasi.

        Secara perkembangan komputer memiliki arti yang sangat penting bagi dunia. Pada tahun 1942, penemuan komputer oleh John V. Atanasoff merupakan salah satu dari peristiwa-peristiwa yang penting dalam sejarah perkomputeran. Namun, ada beberapa penemuan dan peristiwa pada masa sebelumnya yang mendasari itu semua. Sejarah komputer elektronik modern memang dianggap mulai pada tahun 1942, tetapi penemuan-penemuan sebelumnyalah yang lebih berperan dalam penemuan-penemuan komputer elektronik berikutnya. Berikut ini akan diuraikan bagaimana penemuan-penemuan yang berperan terhadap perkembangan komputer.
1.      Abacus
Abacus sebagai alat hitung manual pertama di dunia. Abacus ditemukan sekitar 5000 tahun yang lalu. Kemampuan Abacus telah terbukti sejak digunakannya sebagai alat penghitung di sekolah dan perbisnisan modern. Abacus lebih dikenal sebagai cipoa (bahasa Cina). Walaupun awalnya Abacus ini berasal dari Negara Mesir, tetapi karena kemampuannya yang membantu dalam menghitung kemudian dibawa oleh orang-orang Cina ke negerinya, dan kemudian berubah namanya menjadi cipoa (sempoa).
2.      Pascaline
Blaise Pascal (1623-1662), seorang ahli filosofi dan matematika, menemukan alat penghitung mekanik pertama yang berupa mesin. Alat tersebut diberi nama Pascaline. Pascaline menggunakan roda penghitung untuk menjumlahkan suatu bilangan. Penemuan Blaise Pascal ini sangat terkenal dan dipuji oleh orang-orang sampai ke seluruh Eropa. Kelemahan Pascaline adalah sukar untuk diperbaiki jika rusak dan yang bisa memperbaikinya hanya Blaise Pascal sendiri. Kelemahan Pascaline tersebut menyebabkan orang menganggap alat tersebut terlalu kompleks. Hingga pada pertengahan tahun 1960, alat hitung dengan desain “roda penghitung”ini masih digunakan dan selanjutnya ketika ditemukannya alat penghitung elektronik, alat ini dianggap usang dan mulai ditinggalkan.

3.      Difference Engine
Charles Babbage (1792-1871) telah ikut berperan pula dalam mempercepat perkembangan komputer. Sejak 1800-an ia berusaha memajukan perkomputeran di bidang hardware. Charles Babbage menemukan sebuah mesin hitung yang disebut dengan difference engine yang dapat melakukan perhitungan tabel matematika. Pada tahun 1834, ketika bermaksud mengembangkan mesin penghitung difference engine, Babbage menemukan ide mengenai analytical engine (mesin analis). Jadi, konsep difference engine ini dilandasi oleh ide  analytical engine. Orang-orang yang skeptik menyebut penemuannya dengan nama Babbage’s Folly (kebodohan Babbage). Babbage bekerja dengan mesin penganalisanya hingga meninggal. Pemikiran-pemikiran Babbage yang terperinci (hasil penelitiannya) menggambarkan karakteristik dari komputer elektronik modern. Semenjak Babbage dilahirkan pada era teknologi elektronik, mesin berhitung elektronik mungkin telah ditemukan jauh sebelumnya. Ironisnya, para pelopor sebelumnya dalam pengembangan mesin berhitung elektronis tidak sadar akan idenya mengenai memori, printer, punched-card dan serangkaian program pengontrol.

4.      Punched Card
Punched-card ditemukan oleh orang Perancis yang bernama Joseph-Marie Jacquard (1752-1834). Lubang merupakan inti dari punched-card dan kartu-kartu tersebut menunjukkan desain untuk tenunan. Babbage ingin menerapkan konsep punched-card dari alat tenun Jacquard untuk analytical engine-nya. Pada tahun 1843, Lady Ada Augusta Lovelace menilai punched-card tersebut bisa dirancang untuk menginstruksikan mesin analisis milik Babbage untuk mengulang operasi-operasi tertentu. Atas penilaiannya, beberapa orang menganggap Lady Lovelace sebagai programmer pertama (walaupun masih diperdebatkan). Munculnya Pemrosesan Data Otomatis The U.S. Bureau of Cencus tidak menyelesaikan sensus sejak tahun 1880 sampai hampir 1888. Pimpinan Bureau segera menghentikannya sebelum berlangsung selama 10 tahun.
5.      Hollerith (Pemroses Data Otomatis)
Komisi The U.S. Bureau, Herman Hollerith seorang ahli statistik menggunakan keahliannya dalam menggunakan punched-card untuk sensus pada tahun 1890. Dengan pemrosesan punched-card dan mesin Hollerith (Hollerith’s punched-card machine), sensus bisa selesai dalam waktu 2,5 tahun. Inilah dimulainya pemrosesan data secara otomatis. Jerih payah Dr. Hollerith membuktikan sekali lagi bahwa “kebutuhan merupakan ibunya penemuan”. Hollerith mendirikan Tabulating Machine Company dan menjual produknya ke seluruh dunia. Permintaan mesin Hollerith menyebar sampai ke Rusia. Sensus pertama di Rusia (1897) menggunakan mesin Hollerith. Pada tahun 1911, Tabulating Hollerith Company merger dengan beberapa perusahaan lain dan berganti nama menjadi Computing-Tabulating-Recording Company.

6.      Electromechanical Accouting Machine
Electromechanical Accounting Machine Hasil (output) dari mesin Hollerith masih harus ditulis tangan, sampai pada tahun 1919 Computing-Tabulating-Recording Company mengumumkan telah menciptakan printer/lister yang lama kelamaan merubah jalan hidup perusahaan tersebut. Untuk mengembangkan jangkauannya, pada tahun 1924 perusahaan tersebut merubah namanya menjadi International Business Machine Corporation (IBM).Sampai pertengahan tahun 1950, teknologi punched-card diperbaiki dengan penambahan beberapa alatnya serta kemampuan yang lebih pintar. Pada setiap kartu biasanya mengandung sebuah record (misal nama dan alamat), pada pemrosesan punched-card juga ada yang disebut sebagai unit record processing (satu kartu = satu record). Walaupun pemrograman interaktif dan on-line data entry telah membuat punched-card secara ekonomis usang, kita masih bisa menemukannya di tempat terpencil (mungkin tidak di Indonesia).

Keluarga dari mesin punched-card Electromechanical Accounting Machine (EAM) tersedia dengan card punch, verifier, reproducer, summary punch, interpreter, sorter, collator, calculator, dan mesin akunting. Kebanyakan dari alat-alat tersebut di program untuk melakukan operasi khusus dengan menyisipkan papan kontrol yang prewired. Sebuah panel yang berbeda terhubung (wired) untuk tiap jenis operasi untuk bekerja.
Pemrosesan Punched-card Ruangan mesin yang menggunakan punched-card telah membuka lowongan kerja. Beberapa ruangan tersebut mirip sebuah pabrik. Punched-card dan hasil cetakan dari printer dipindahkan dari alat lain ke yang lainnya dengan menggunakan gerobak tangan. Tingkat kebisingannya tidak jauh berbeda dengan sebuah pabrik mobil.

Untuk mempersiapkan arsip-arsip punched-card yang akan diproses, kartu-kartu tersebut harus sudah tersortir dan tersusun. Karena setiap alat-alat punched-card beroperasi secara bebas, beberapa langkahnya disebut “langkah-langkah mesin” yang dibutuhkan untuk menghasilkan keluaran. Dalam sekali langkah, tiap arsip membaca satu kartu dalam satu waktu. Pada kebanyakan sistem informasi modern, hanya bagian dari database yang dibutuhkan saja yang diproses, biasanya dalam satu langkah.

No comments:

Post a Comment